Mahasiswa Fasilkom di Harvard National Model United Nations

Mahasiswa Fasilkom di Harvard National Model United Nations

On Monday, March 01 st, 2010

01-dari_kita_untuk_kita_mahasisawa_fasilkom_di_harvard_nationanal_model_united_nationsPada tanggal 11-14 Februari 2010, 16 mahasiswa Universitas Indonesia dan 3 orang faculty advisor mengikuti Harvard National Model United Nations (HNMUN) di Boston, Amerika Serikat. HNMUN adalah satu dari banyak sekali kompetisi Model United Nations, biasa disingkat MUN (dibaca ‘man’), yang ada di dunia. Di Indonesia MUN memang belum populer, tapi di negara-negara Barat MUN adalah kompetisi yang cukup umum, bahkan banyak kompetisi MUN untuk high school.

Ide dasar dari MUN adalah mencoba mensimulasikan sidang badan-badan United Nations (UN). Setiap tahun, diplomat-diplomat dari negara-negara seluruh dunia berkumpul di gedung UN di New York, Amerika Serikat, untuk bernegosiasi, berdiskusi, saling melobby mengenai masalah-masalah penting yang dihadapi dunia internasional dan bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Mulai dari bahaya peperangan, masalah pengungsian, pengentasan kemiskinan, terorisme nuklir, perebutan wilayah, sampai hak asasi manusia. Terlepas dari apa yang gagal atau belum dicapai oleh UN, organisasi ini tidak disangkal lagi adalah organisasi yang sangat penting bagi dunia. Kompetisi MUN berusaha untuk menangkap dinamika yang terjadi di badan internasional tersebut.

Setiap jenis kompetisi MUN biasanya memiliki sedikit perbedaan dalam segi peraturannya. Dalam HNMUN, setiap universitas akan diberikan peran sebagai delegasi perwakilan suatu negara. Jadi kompetisi ini hampir seperti role play untuk memecahkan suatu masalah atau isu tertentu. Tahun ini, UI ditunjuk untuk mewakili negara El Salvador, sebuah negara kecil di Amerika Tengah. Setiap delegasi akan terbagi-bagi menjadi beberapa komite yang berbeda. Misalnya, Angga (Mahasiswa Fasilkom angk. 2006) bersama dengan Reisky Handika (Mahasiswa FISIP angk.2006) berada di komite pertama General Assembly, yaitu Disarmament and International Security Committee, biasa disebut DISEC. Di komite ini mereka membahas topik Nuclear Terrorism.

Selama empat hari yang terdiri dari enam sessi, Angga dan Reisky yang mewakili negara El Salvador harus berdiskusi dengan lebih dari 100 delegasi lainnya mengenai dokumen resolusi seperti apa yang harus dikeluarkan oleh komite ini mengenai masalah Terorisme Nuklir. Layaknya fraksi-fraksi di DPR berdiskusi dengan kepentingan-kepentingan yang berbeda mengenai suatu isu, begitupula dalam sidang UN, delegasi dari berbagai negara dengan kepentingan yang berbeda berusaha mempengaruhi satu sama lain untuk memastikan bahwa kepentingan negara mereka tetap terjaga dalam dokumen resolusi yang nantinya akan dikeluarkan oleh UN. Setiap delegasi harus bertindak semirip mungkin dengan Diplomat yang sebenarnya. Oleh karena itu, sebelum konferensi setiap delegasi harus sudah benar-benar memahami negara yang akan mereka wakilkan.

Mungkin banyak yang berpikir untuk apa mahasiswa Ilmu Komputer seperti Angga mengikuti kompetisi yang menyerupai simulasi persiapan menjadi politikus ini. Selain bermanfaat bagi teman-teman yang di kemudian hari ingin berkecimpung di bidang politik, sebenarnya juga banyak pengalaman berharga lainnya yang dapat diperoleh dengan mengikuti kompetisi semacam ini. Menurut Angga, kompetisi ini menuntut setiap orang untuk dapat berdaptasi cepat dengan orang-orang yang tidak kita kenal sebelumnya. Dengan kata lain, belajar dan berlatih komunikasi, baik secara perorangan maupun lewat pidato, yang pada akhirnya mencoba mengintegrasikan ide orang lain dengan ide pribadi sambil tetap menjaga agar kepentingan diri tetap terpenuhi.

Angga juga menceritakan betapa keterampilan yang dibutuhkan dalam kompetisi ini sangatlah beragam dan luas. Disitulah letak tantangan terbesar dalam mengikuti MUN dan sekaligus juga merupakan keunikan kompetisi MUN dibandingkan dengan kompetisi lain. Bukan hanya mahasiswa dari jurusan sosial politik yang bisa mendapatkan manfaat dari mengikuti MUN, banyak sekali pelajaran yang sifatnya universal yang bisa diraih. Kemampuan bernegosiasi, public speaking, berpikir secara logis, menulis dengan efektif dan efisien, serta menguasai suatu topik secara mendalam adalah skill yang diperlukan di semua bidang ilmu.

HNMUN sendiri adalah kompetisi MUN tertua di dunia dan dikenal sebagai kompetisi yang paling beragam pesertanya. Tahun ini peserta HNMUN berjumlah hampir 3.000 orang dari 200 universitas di 35 negara dari 5 benua. Pada HNMUN sendiri tidak ada juara satu, dua, dan tiga. Kompetisi HNMUN memberi penghargaan kepada peserta yang berkontribusi besar sepanjang jalannya konferensi. Penghargaan yang diberikan adalah Honourable Mention,Outstanding Delegate, dan yang paling prestigious adalah penghargaan Best Delegate. Ketiga jenis penghargaan ini diberikan secara terpisah di masing-masing komite.

Sayangnya untuk tahun ini, UI dan universitas dari Indonesia yang lain (UGM, ITB, UNPAR, UNPAD, dan UNDIP), tidak berhasil mendapatkan satupun dari penghargaan tersebut. Tahun 2009 lalu, satu orang delegasi UNPAR berhasil meraih penghargaaan Outstanding Delegate yang merupakan pencapaian terbaik delegasi dari Indonesia sampai saat ini di ajang HNMUN.

Tahun 2010 adalah keikutsertaan UI yang ketiga kalinya di HNMUN. Jumlah delegasi UI juga terus meningkat tiap tahun, dari 4 orang di tahun 2008, 9 orang di tahun 2009 dan 16 orang di tahun 2010. Proses seleksinya sendiri juga sudah semakin meningkat kualitasnya. Seleksi HNMUN ini terbuka bagi seluruh mahasiswa UI. Seleksi berikutnya direncanakan akan diadakan pada akhir bulan Mei 2010. Selain proses seleksi, proses persiapan dan pelatihannya juga semakin baik karena semakin bertambahnya alumni HNMUN yang bisa membantu pelatihan delegasi berikutnya. Semoga di tahun yang akan datang, delegasi UI dapat meraih salah satu dari penghargaan di HNMUN. Jadi, siapkan dirimu dari sekarang untuk menjadi delegasi UI di Harvard National Model United Nations 2011!

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not spam in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty